Dua tembakan diluncurkan dari meriam sistem Extended Range Cannon Artillery atau ERCA milik Angkatan Darat Amerika mampu mencapai jarak 65 kilometer dan mengenai tepat mengenai sasaran. Demonstrasi di Yuma Proving Ground, Arizona, pada 6 Maret, lalu membuktikan bahwa meriam itu mampu menembakkan sekitar 40 mil, yaitu sekitar jarak antara Washington, D.C., dan Annapolis, Maryland. Kemampuan meriam itu juga akan menguntungkan tentara jika menghadapi musuh dekat di medan perang.

Tidak jelas apakah Angkatan Darat mendorong tembakan ke jangkauan kemampuan maksimum atau apakah proyektil mampu mencapai jarak yang lebih jauh.

Pesaing Meriam ERCA adalah 2S35 Koalitsiya-SV, generasi baru howitzer buatan Rusia, berdasarkan sasis 2S19 yang dilengkapi dengan menara baru. Beberapa waktu lalu Kementerian Pertahanan Rusia merilis sebuah pernyataan yang mengatakan bahwa howitzer Koalitsiya-SV yang baru, yang diklaim Moskow menembak lebih jauh dari senjata barat, akan siap untuk layanan pada tahun 2020. Meriam Rusia ini diklaim jauh lebih unggul daripada senjata Barat, seperti US M109 Paladin.

Sumber Video: ERCA via Military Times, Youtube/Armyreco
Sumber Narasi: Defensenews.com, Businessinsider.sg
Editor: Ngarto Februana