Seiring bertambahnya jumlah rumah sakit rujukan yang menangani pasien COVID-19 di seluruh tanah air. Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) meminta pemerintah dan para pemangku kepentingan lainnya untuk memberikan perhatian pada penanganan limbah RS.

PERSI menilai di era pandemi COVID-19 ini, pengelolaan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) dibutuhkan di RS rujukan, mengingat jumlah pengelola berizin sangat sedikit sehingga berpotensi terjadi kesalahan prosedur dan daur ulang alat perlengkapan kesehatan secara ilegal.

 

VIDEO: ANTARA (Nabila Anisya Charisty/Soni Namura/Gracia Simanjuntak)