TEMPO.CO, Jakarta : Meski relatif berjalan damai, penyelenggaraan pemilu presiden 2014 masih diwarnai berbagai praktik kecurangan. Beragam modus dan pola kecurangan pada proses penghitungan dan rekapitulasi suara pun satu-persatu terkuak. Mulai dari manipulasi data C1, hingga intervensi pejabat dan kepala daerah terhadap penyelenggara pemilu setempat. Dinamika politik pun terus bergulir. Meski Komisi Pemilihan Umum belum resmi mengumumkan hasil rekapitulasi perolehan suara, koalisi partai pendukung Prabowo-Hatta ramai-ramai mendeklarasikan koalisi permanen. Kedua kandidat calon presiden juga kabarnya telah menyusun figur-figur yang bakal duduk di kursi kabinet mendatang.Seberapa masifkah kecurangan yang terjadi pada pilpres kali ini? Benarkah, kedua pasangan Capres juga sudah mengantongi formasi kabinet, jika mereka keluar sebagai pemenang?