Para peneliti Cina mengembangkan sistem kecerdasan buatan artificial intelligence atau AI untuk mempercepat diagnosis COVID-19 dan memperoleh gambaran yang jelas mengenai dampaknya terhadap paru-paru.

Para peneliti dari Pusat Persepsi Visual di bawah Institut Kecerdasan Buatan, Universitas Peking, mengembangkan alat penerjemah visual volume tiga dimensi (3D) berbiaya rendah untuk memvisualisasikan citra tomografi terkomputasi (computed tomography/CT).

Alat itu diharapkan dapat membantu proses diagnosis COVID-19 dan memfasilitasi komunikasi antara pasien dan dokter.

Para ilmuwan komputer terus berupaya memvisualisasikan citra CT/MR (magnetic resonance) modern, membuatnya lebih intuitif dan realistis.

Alat penerjemah visual volume 3D itu dapat memvisualisasikan data dengan volume besar yang dihasilkan oleh pemindai CT/MR dalam bentuk tiga dimensi.

Sejumlah aspek dalam rangkaian data juga dapat dieksplorasi secara interaktif.

Dengan lebih banyak umpan balik data, sistem itu diharapkan mampu mendemonstrasikan kondisi kerangka dan saluran udara, membedakan arteri dan vena, serta menyediakan analisis yang lebih tepat terkait kerusakan pada organ.

Video: XINHUA
Editor: Ngarto Februana