Presiden Taiwan Tsai Ing-wen menegaskan tekad untuk mempertahankan negara. Hal itu dikatakan saat menginspeksi dua "Perusahaan Rudal Pertahanan Udara Angkatan Udara", pada 14 September, seperti dirilis channel resmi Taiwan di Youtube presidentialoffice. "Ini adalah keyakinan dan tekad untuk mempertahankan negara," katanya.

Pernyataan Presiden Tsai Ing-wen disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara Taiwan dan Beijing. Ketengangan kian meningkat saat Tentara Pembebasan Rakyat Cina atau PLA menggelar latihan perang tak jauh dari Taiwan.

Bahkan, sebuah kapal perang Cina berlayar hanya 24 mil laut (44 kilometer) dari pantai timur Taiwan pada Rabu (16 September), menurut Kementerian Pertahanan Nasional.

Militer Taiwan mendeteksi kapal pada Rabu sore sekitar 39 mil laut di timur area pemandangan Qingshui di Kabupaten Hualien, CNA melaporkan. Kapal itu melanjutkan ke selatan untuk mencapai perairan Pulau Anggrek Kabupaten Taitung sebelum menghilang Kamis pagi (17 September).

Kapal Cina itu kemungkinan memasuki Selat Bashi yang memisahkan Taiwan dari Filipina, kata militer, dan menambahkan bahwa mereka telah memantau kapal perang itu di sepanjang rutenya di timur negara itu.

Pada 9 dan 10 September, Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) melakukan latihan di daerah di barat daya, sekitar 166 kilometer dari Taiwan. Kementerian Pertahanan Nasional menyebut latihan tersebut sebagai provokasi besar.

Video: Youtube/Presidentialoffice, China Central Television
Sumber Narasi: Taiwannews, Presidential Office
Editor: Ngarto Februana