Petugas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) masih menyisir jalur pendakian Gunung SemeruJawa Timur. Mereka harus memastikan tak ada pendaki di gunung itu karena aktivitas vulkanik yang sedang meningkat.

Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas BB-TNBTS, Sarif Hidayat, mengatakan menyiapkan empat personel untuk penyisiran terhadap para pendaki, pengunjung, atau masyarakat di sekitar jalur pendakian. "Kami menurunkan empat orang tim sweeping," katanya saat dikonfirmasi ANTARA dari Kota Malang, Selasa 1 Desember 2020.

Berdasarkan laporan yang diterima dari petugas di lapangan, lima pendaki terakhir sudah dilaporkan turun ke Pos Ranu Pani, Desa Ranu Pani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang.

Pendakian gunung tertinggi di Pulau Jawa (3.676 meter di atas permukaan laut) tersebut ditutup oleh Balai Besar TNBTS pada 30 November 2020 hingga waktu yang belum ditentukan. Penutupan sementara memperhatikan perkembangan aktivitas vulkanik, berdasarkan laporan Pos Gunung Api Semeru di Gunung Sawur, Kabupaten Lumajang, pada 28 November 2020.

Aktivitas Gunung Semeru dilaporkan mulai meningkat pada Jumat lalu. Saat itu, gunung tersebut mengeluarkan guguran lava pijar mengarah ke wilayah Curah Kobokan 13 kali, dengan jarak luncur dari puncak sekitar 500-1.000 meter.

Video: Instagram/@dolansemeru
Editor: Ridian Eka Saputra