Para ilmuwan telah merilis data di balik peringatan pemerintah Inggris minggu lalu bahwa SARS-CoV-2 varian B117 yang menyebar cepat meningkatkan risiko kematian akibat COVID-19 dibandingkan dengan varian sebelumnya.

Pekan lalu, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan data awal dari beberapa kelompok penelitian menunjukkan bahwa B117, yang pertama kali diidentifikasi di Inggris, menyebar lebih cepat daripada varian sebelumnya dan juga dikaitkan dengan risiko kematian yang lebih tinggi. Pada 3 Februari, para peneliti di London School of Hygiene & Tropical Medicine (LSHTM) merilis analisis dari beberapa data tersebut, yang menunjukkan bahwa risiko kematian sekitar 35% lebih tinggi untuk orang yang dipastikan terinfeksi varian baru.

Secara nyata, itu berarti bahwa untuk pria berusia 70-84 tahun, jumlah yang kemungkinan meninggal karena COVID-19 meningkat dari sekitar 5% untuk mereka yang dites positif untuk varian yang lebih tua, menjadi lebih dari 6% untuk mereka yang dikonfirmasi terinfeksi B117, menurut analisis, Untuk pria berusia 85 atau lebih, risiko kematian meningkat dari sekitar 17% menjadi hampir 22% bagi mereka yang dipastikan terinfeksi varian baru. Analisis belum ditinjau sejawat.

Kelompok lain juga mempelajari apakah B117 dan varian SARS-CoV-2 baru lainnya lebih mematikan daripada versi virus sebelumnya.

Video: CCTV+
Editor: Ridian Eka Saputra