Korea Aerospace Industries (KAI) akan memamerkan prototipe dari jet tempur KF-X pada April 2021. Jet tempur buatan Korea Selatan itu sudah direncanakan sejak 2015 dan telah dilirik Indonesia.

Defense Acquisition Program Administration (DAPA) berkata penampilan perdana jet tempur KF-X disebut sebagai momen bersejarah bagi Korea Selatandan industri pesawat negara tersebut. Jet tempur KF-X ini rencananya akan menggantikan armada jet F-4 dan F-5.

Beban muatan maksimum KF-X adalah 7.700 kilogram dan memiliki 10 pods untuk rudal udara-ke-udara. Jet tempur anyar ini mampu terbang dengan kecepatan 2.200 kph dengan jarak terbang 2.900 km.

Korea Selatan telah berpikir serius untuk merancang jet tempurnya sendiri sejak 2008. KF-X telah mengalami kemajuan pesat, dan menjadi program multinasional ketika Indonesia bergabung pada Juni 2010. Namun, hingga Maret 2013, Korea Selatan telah memutuskan untuk menunda program KF-X selama 18 bulan, sementara pemerintah dan Parlemen memutuskan apakah itu layak dilanjutkan.

Indonesia dilaporkan telah memberikan kontribusi sebesar Rp 1,6 triliun sejak mereka bergabung pada Juli 2010 - tetapi itu hanya $ 165 juta dari perkiraan biaya pengembangan DAPA sebesar 6 miliar (sekitar $ 5,5 miliar), dan ada alasan kuat untuk percaya bahwa anggaran pembangunan ini pun terlalu rendah. Artikel ini membahas desain dan fitur pesawat tempur KFX / IFX yang diusulkan, dan mencatat kemajuan dan kemunduran proyek sejak 2008

Video: Youtube/Military Modeler
Editor: Ridian Eka Saputra