Vaksin corona viruses diesase-19 (covid-19) AstraZeneca akhirnya bisa digunakan dalam program vaksinasi pemerintah sejak mendapatkan fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Meski haram, vaksin ini bisa digunakan karena pertimbangan kedaruratan. Menurut MUI ada kandungan tripsin yang berasal dari unsur babi dalam vaksin ini.

Sementara dalam keterangan tertulis AstraZeneca Indonesia menyebutkan bahwa tidak ada unsur babi atau hewan lain dalam proses pembuatan vaksin. Mengapa proses penentuan fatwa vaksin ini berjalan alot? Seperti apa langkah yang dilakukan MUI dan BPOM dalam mengkajinya. Benarkah ada oknum yang berharap imbal jasa dari fatwa tentang vaksin ini. Simak dialog selengkapnya bersama Arif Zulkifli.