Pasukan Pertahanan Udara dan Rudal Anti-Balistik Rusia berhasil melakukan uji coba peluncuran rudal pencegat baru dari sistem pertahanan rudal anti-balistik (ABM) menurut Kementerian Pertahanan Rusia pada Senin (26/4).

Rudal pencegat yang menghancurkan hulu ledak musuh mengembangkan kecepatan lebih dari 3 kilometer per detik atau lebih dari empat kali kecepatan peluru senapan serbu Kalashnikov.

Sistem ABM yang Pertahanan Udara dan Rudal Anti-Balistik Angkatan Udara Rusia operasikan memang dirancang untuk melindungi negeri beruang merah dari serangan senjata dari wilayah udara. 

Mayor Jenderal Sergei Grabchuk, komandan unit pertahanan anti-rudal Angkatan Udara, mengatakan kepada wartawan Rusia bahwa rudal anti-balistik secara akurat mengenai sasarannya.

Rudal baru itu diyakini adalah A-235 PL-19 Nudol. Ini dirancang untuk mencegah serangan nuklir di Kremlin dan Moskow, serta kawasan industri utama Rusia. Dibuat oleh Almaz-Antey, dirancang untuk membawa hulu ledak konvensional atau nuklir.

Ini bertujuan untuk menghancurkan rudal yang masuk pada jarak hingga 250 mil, dan ketinggian 31 mil. Hulu ledak nuklir dipandang meningkatkan kemampuannya untuk 'membunuh' serangan musuh.

Rusia tidak mengkonfirmasi nama rudal yang diuji di Kazakhstan. Kerahasiaan melingkupi perkembangan Nudol. Sistem ini dirancang untuk melindungi dari serangan senjata serangan ruang angkasa, lapor TV Zvezda, saluran Kementerian Pertahanan Rusia.

Video: Dailymail
Editor: Ridian Eka Saputra