Banjir akibat luapan Sungai Lakitan di Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan, Kamis (27/5) merendam ratusan rumah di lima desa yang ada di Kecamatan Selangit dan Suku Tengah Lakitan (STL) Ulu Rawas.

Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel Ansori, Kamis malam, saat dihubungi dari Palembang mengatakan lima desa yang dilanda banjir tersebut Desa Batu Gane, Muara Nilau, Prabumenang, Taba Gindo dan Pasenan.

Tingginya debit air yang meluap ke pemukiman warga hingga ketinggian 1,5 meter membuat warga harus dievakuasi ke tempat yang aman, karena derasnya aliran yang masuk juga ikut menyeret rumah warga.

Menurutnya banjir di Desa Batu Gane merendam setidaknya tujuh unit rumah termasuk puskesmas desa (puskesdes), di Desa Muara Nilau banjir merendam 120 unit rumah, di Desa Prabumenang merendam 60 unit rumah termasuk masjid.

Selanjutnya di Desa Taba Gindo banjir merendam 60 unit rumah termasuk satu unit sekolah, Ansori menyebut kondisi banjir di empat desa tersebut berangsur surut pada Kamis sore.

Sementara banjir di Desa Pasenan terpantau juga baru berangsur surut, tim gabungan dari BPBD, Kodim 0406 Musi Rawas, Polres Musi Rawas, Unit Siaga SAR Musi Rawas Kantor Pencarian dan Pertolongan Palembang masih berupaya masuk ke lokasi.

Sementara itu BMKG memprediksi kondisi hujan lebat disertai petir yang berpotensi meningkatkan debit air sungai di wilayah Sumsel masih berlangsung selama dua hari ke depan.

Pada 28 Mei sore hingga malam diprediksi hujan lebat terjadi di Kabupaten Lahat, Ogan Komering Ulu (OKU), OKU Selatan, Empat Lawang, Musi Rawas dan Kota Pagaralam.

Sedangkan pada 29 Mei sore hingga malam, hujan intensitas sedang hingga lebat diprediksi melanda Kabupaten Lahat, OKU Selatan, Empat Lawang, dan Kota Pagaralam, sehingga masyarakat diminta selalu waspada.

Video: Instagram
Naskah: ANTARA
Editor: Ridian Eka Saputra