Malaysia melaporkan 4.611 kasus baru COVID-19, menambah total kasus di negara itu menjadi 701.019, menurut Kementerian Kesehatan Malaysia pada Senin (21/6).

Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Malaysia Noor Hisham Abdullah dalam sebuah pernyataan pers memaparkan ada tambahan 69 kematian, sehingga total kematian menjadi 4.477.

Dia menambahkan bahwa ada peningkatan yang mengkhawatirkan dalam jumlah kasus sporadis dan kasus tanpa gejala di daerah Lembah Klang, yang meliputi ibu kota Kuala Lumpur dan sebagian wilayah Negara Bagian Selangor yang berdekatan.

Kasus sporadis merujuk pada kasus yang tidak terkait dengan klaster-klaster kasus yang ada, jelas Noor, seraya memperingatkan bahwa kasus tanpa gejala pun masih tetap bisa menularkan.

Menteri Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Inovasi Malaysia Khairy Jamaluddin sebelumnya pada hari yang sama mengumumkan dimulainya fase 3 program imunisasi COVID-19 nasional yang mencakup warga berusia 18 tahun ke atas, yang pertama-tama akan dilaksanakan di Kuala Lumpur dan Negara Bagian Selangor.

Khairy, yang juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Program Imunisasi COVID-19 Nasional Malaysia, mengatakan bahwa program itu dipercepat karena hampir semua warga lanjut usia di daerah tersebut telah menerima dosis pertama atau telah dijadwalkan untuk vaksinasi.

Program vaksinasi Malaysia, yang rencananya berlangsung hingga Februari 2022, akan dilakukan dalam tiga fase. Fase pertama ditujukan untuk pekerja garis depan yang mencakup sekitar setengah juta orang, fase kedua untuk kelompok berisiko tinggi, dan fase ketiga untuk orang dewasa berusia 18 tahun ke atas.

Hingga Minggu (20/6), sekitar 4,2 juta orang atau 12,9 persen dari total populasi negara itu telah menerima setidaknya satu dosis vaksin COVID-19.

Video: Xinhua
Editor: Ridian Eka Saputra