Lokomotif hybridsel bahan bakar hidrogen pertama yang dikembangkan China pada Jumat (29/10) memulai uji coba di jalur kereta api untuk transportasi batu bara di Daerah Otonom Mongolia Dalam, China utara.

Proyek lokomotif energi hidrogen itu diluncurkan bersama oleh State Power Investment Corporation Limited (SPIC) cabang Mongolia Dalam, CRRC Datong Co., Ltd., dan Hydrogen Energy Co., Ltd. yang bernaung di bawah SPIC.

Dibandingkan dengan lokomotif diesel tradisonal, lokomotif energi baru itu diperkirakan dapat memangkas emisi karbon sekitar 96.000 ton per tahun dan melintas di jalur kereta api batu bara sepanjang 627 kilometer yang menghubungkan tambang batu bara Baiyinhua di Mongolia Dalam dengan Pelabuhan Jinzhou di Provinsi Liaoning, China timur laut.

Li Lingtao, wakil kepala teknisi CRRC Datong Co., Ltd., menyampaikan bahwa lokomotif hybridsel bahan bakar hidrogen itu dirancang untuk melaju dengan kecepatan 80 kilometer per jam. Lokomotif itu dapat beroperasi secara terus-menerus selama 24,5 jam saat terisi penuh dengan bahan bakar, serta beban traksi maksimumnya di jalur lurus mencapai 5.000 ton.

Lokomotif energi baru itu memiliki prospek pasar yang luas untuk digunakan di pabrik-pabrik besar, tambang, dan pelabuhan.

Dengan emisi air, lokomotif berbahan bakar hidrogen itu dapat mewujudkan nol polusi selama pengoperasiannya.

Video: XinhuaXinhua

Editor: Ridian Eka Saputra