Begini Cara Menyimpan Daging Kurban Menurut Pakar, Jangan Dicuci

Videografer

Tempo.co

Senin, 11 Juli 2022 14:00 WIB


Daging kurban sebaikya langsung diolah menjadi makanan. Namun, jika jumlah daging yang didapat cukup banyak, terpaksa disimpan di kulkas atau freezer agar bisa dioleh di kemudian hari.

Pakar produksi ternak dari Fakultas Peternakan UGM, Panjono, mengungkapkan tata cara menyimpan daging kurban di kulkas serta mengolah atau memasaknya.

1. Jangan dicuci

Panjono mengatakan bahwa daging yang hendak disimpan sebaiknya tidak dicuci. Sebab, jika dicuci maka akan memberi peluang bagi penyakit-penyakit yang berasal dari air mentah masuk kedalam daging.

2. Potong sesuai kebutuhan

Giling atau potong daging menjadi ukuran kecil/ sedang sesuai rencana masak. Lalu, bagi daging giling atau daging potong berdasarkan perkiraan kebutuhan sekali masak.

3. Kemas

Kemas aging giling atau dagung potong yang telah dibagi tersebut dalam kantung plastik atau wadah tertutup rapat, lebih bagus lagi kalau divakum. Poin pertama hingga ketiga ini mempermudah ketika nanti hendak mempergunakan daging yang telah disimpan.

4. Taruh di dalam chiller sebelum freezer

Panjono menjelaskan daging akan bertahan lama ketika dibekukan dalam freezer. Akan tetapi sebelum itu, simpan daging di dalam chiller guna menjaga struktur daging agar tetap stabil dan bahkan bisa lebih empuk.

Ketika mengalami proses pendinginan, daging akan mengalami proses rigormortis (kejang-kejang). Oleh karena itu, daging sebaiknya dimasukkan ke chiller (bagian kulkas yang bersuhu 2 hingga 5 derajat Celcius), agar proses pendinginan dapat berlangsung rata dan pembekuannya (daging dimasukkan ke freezer) juga terjadi mendadak.

“Pembekuan yang mendadak dan tidak merata bisa merusak struktur daging,” tegas Panjono.

5. Pindahkan dari freezer ke chiller terlebih dahulu sebelum diolah

Begitu juga sebaliknya ketika daging yang disimpan di freezer kemudian hendak digunakan atau dimasak. Daging sebaiknya dipindahkan dahulu ke chiller agar proses thawing (pencairan) juga dapat berlangsung perlahan dan merata sehingga struktur daging senantiasa dapat tetap bagus ketika digunakan.

“Kalau thawing-nya mendadak, biasanya struktur daging rusak dan banyak drip (air beserta isi-isi plasma sel) yang keluar,” tambah Panjono.

Panjono juga memberikan tips terkait tata cara mengolah atau memasak daging tersebut. Pertama, daging harus dimasak dengan benar dan matang. Hal ini guna membunuh bibit-bibit penyakit yang kemungkinan terdapat dalam daging.

Kedua, jika daging kurban tersebut dipanggang, seperti dibuat menjadi sate dan lain sebagainya, Panjono berpesan untuk membuang bagian-bagian yang gosong atau kerak dari tempat pemanggangan. “Bagian-bagian yang item (dari daging panggang) itu sebaiknya jangan dikonsumsi, sebab tidak bagus untuk kesehatan,” kata Panjono.