TEMPO.CO, Amerika Serikat: Ada kabar positif dari pada peringatan hari laut sedunia 8 Juni lalu. Selama 3 dekade terakhir pakar kelautan dan lingkungan hidup memperingatkan akan bahaya kerusakan terumbuk karang di seluruh dunia. Namun, menurut data terkini kasus pemutihan terumbu karang atau coral bleaching, salah satu gejala menurunnya kualitas lingkungan laut telah menyurut.Pemutihan karang disebabkan berbagai faktor, antara lain kandungan zat kimia berlebihan di laut akibat pestisida atau polutan lainnya yang terseret arus dari darat. Yang menyebabkan kasus pemutihan karang global dalam meningkatnya suhu laut.Sebuah gejala perubahan iklim yang dipicu oleh gas-gas rumah kaca serta peningkatan karbon dioksida di atmosfer. Suhu laut yang memanas bisa membunuh terumbu karang.Menjelang akhir tahun 2010 tercatat kasus pemutihan karang bermunculan dalam skala besar di seluruh dunia. Pada tahun 2005 saja, 90% terumbu karang di perairan Karibia telah memutih dan 60% diantaranya lalu mati.Menurut badan pengawasan kelautan dan atmosfer Amerika (NOAA), terumbu karang merupakan hutan tropisnya lautan. gugus ekosistem yang rapuh ini menyediakan berbagai fungsi antara lain perlindungan habitat ikan yang bermanfaat bagi industri perikanan. Belum lagi fungsi wisata lingkungan yang menghasilkan lebih dari 375 milyar dolar per tahun di seluruh dunia.Februari lalu, sebuah koalisi beranggotakan lebih dari 24 kelompok pecinta lingkungan menerbitkan sebuah penelitian berjudul wacana ulang tentang kerusakan terumbu karang. Laporan ini memprediksi jika kalangan internasional tidak mengindahkan resiko tersebut, pada tahun 2030 90% terumbu karang dunia akan terancam musnah.sumber : VOA Indonesia