TEMPO.CO, Bali: Setiap enam bulan sekali pada Sabtu Kliwon Wuku Landep menurut penanggalan Hindu Bali, merupakan Hari Suci Tumpek Landep. Pada hari tersebut Umat Hindu selalu menggelar persembahyangan untuk memuja Sang Hyang Pasupati yang merupakan manifestasi Tuhan Yang Maha Esa.Tumpek Landep diartikan sebagai bentuk syukur manusia kepada Tuhan Yang Maha Esa karena telah memberi kemudahan dan ketajaman pikiran. Ketajaman ini pun diartikan layaknya senjata dan benda-benda yang terbuat dari besi seperti keris, pedang, senjata api hingga kendaraan bermotor.Pada hari itu Umat Hindu menghaturkan sesaji dan menghias segala perkakasnya yang terbuat dari besi untuk nantinya didoakan agar selalu membawa keselamatan dan keberkahan bagi sang pemilik. Bagi seorang perajin keris Tumpek Landep merupakan hari spesial bagi keris-keris hasil karyanya. Ritual dimulai dengan memercikan tirta atau air suci ke semua perkakas pembuatan keris, dan keris-keris yang dikoleksi.Begitu pula di markas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Denpasar, sejumlah kendaraan seperti mobil pemadam kebakaran, motor, mobil ambulans juga turut didoakan agar alat-alat tersebut saat bertugas terhindar dari malapetaka dan selalu membawa manfaat bagi yang menggunakan dan orang lain.Video Jurnalis: Johannes P. ChristoEditor: AndyPengisi Suara: Ngarto Februana