TEMPO.CO, TEGAL " Sebuah rumah mewah berdiri di tengah Proyek Tol Pejagan-Pemalang. Rumah milik juragan warteg itu tampak terletak di Desa Sidakaton, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal. Sang pemilik, Samawi, tidak sepakat dengan nilai ganti rugi yang ditawarkan oleh panitia pembebasan lahan.Rumah berlantai dua tersebut masih tampak berdiri kokoh di antara proyek tol. Di sekelilingnya tidak ada satu rumah pun yang masih berdiri. Semuanya sudah rata dengan tanah. Di sebelah barat rumah yang terletak kurang dari dua kilometer dari Pintu Keluar Tol Brebes Timur (Brexit) itu terdapat tulisan Tanah Belum Bebas.Pimpinan Proyek Tol Pejagan-Pemalang, Mulya Setiawan, mengatakan rumah tersebut memang belum dibebaskan. Sang pemilik, kata dia, mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Slawi, tapi ditolak lantaran terlambat mengajukan. Akhirnya yang bersangkutan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA).Di Desa Sidakaton, ada 28 rumah yang terkena dampak pembangunan tol, sehingga harus digusur. Selain rumah milik Samawi, rumah-rumah lain sudah bersepakat soal harga dan sudah dibongkar .Tol Pejagan-Pemalang rencananya mulai beroperasi secara darurat pada musim mudik lebaran tahun ini. Menurut dia saat ini progress pengerjaannya baru 30 persen. Saat musim mudik targetnya sudah mencapai 50 persen atau dengan kondisi badan jalan sudah dilapisi beton lapis pertama.Jurnalis Video: MUHAMMAD IRSYAM FAIZEditor: Andy