TEMPO.CO, Jakarta: Sebuah studi di jurnal Biofilms and Microbiomes menyebutkan bahwa darah komodo berkhasiat sebagai antibiotik. Peneliti Monique Van Hoek dan Barney Bishop percaya jika komodo bisa membunuh dengan air liurnya, mereka pasti punya kekebalan ekstra untuk menghindari infeksi di tubuh mereka sendiri.Darah komodo memiliki peptida yang bisa membunuh bakteri dan membantu menyembuhkan luka lebih cepat. Peptida adalah molekul dalam tubuh yang terbentuk dari 1-50 asam amino. Tim peneliti menguji senyawa peptida dari darah komodo pada tikus yang kulitnya terluka. Hasilnya, luka tersebut sembuh total tanpa menyisakan satu bakteri pun.Peneliti membandingkan peptida komodo dengan peptida antimikroba dari manusia. Hasilnya, peptida komodo lebih unggul. Dalam sebelas hari luka sembuh total, sementara luka yang diobati dengan peptida manusia belum sembuh pada saat itu.Tim periset akan menguji penelitian tentang darah komodo ini lebih lanjut pada manusia.Sumber: Koran Tempo edisi Selasa 25 April 2017/Berbagai sumberProduser: Sadika HamidEditor: Andy