Minggu, 22 September 2019

TEMPO.CO, Semarang: Operasi Pasar Bawang Putih yang digelar Kementrian Perdagangan Republik Indonesia dan Pemkot Semarang kurang diminati pedagang. PT Fajar Mulia Transindo sebagai distributor bawang putih yang ditunjuk untuk menstabilkan harga, menjual bawang jenis cincau asal RRC seharga Rp 23 ribu per kilogram. Dari operasi selama dua hari di Pasar Johar, PT Fajar Mulia hanya menjual sedikitnya lima ton bawang jenis Cincau. Suasana operasi pasar di pintu keluar pasar Johar terlihat sepi pembeli. Operasi Pasar bawang kurang direspon pedagang maupun warga Semarang. Dua hari menggelar Operasi Pasar, karungan bawang terlihat masih menumpuk di dalam truk tronton. Bawang putih jenis cincau memang kurang disukai masyarakat Semarang. Mereka memilih jenis bawang kating yang baunya lebih menyengat meski harganya meroket mencapai Rp 56 ribu per kilogram. Pihak distributor mengaku hanya ditunjuk untuk menggelar operasi pasar. Pihaknya mengaku tidak bisa memilih jenis bawang lain. Dari 30 ton bawang putih yang disediakan untuk Operasi Pasar kurang diserap pedagang pasar. Kalau tidak habis, distributor berencana akan menjual bawang jenis tersebut ke Pontianak. Karena disana jenis bawang tersebut menjadi favorit warga. Ibu Retno salah satu pengusaha katering mengatakan dirinya membeli bawang ini karena harganya jauh lebih murah di banding dengan harga bawang Kating yang mencapai Rp 56 ribu per kilogram. Akan tetapi menurutnya memang rasa dari jenis bawang cincauberbeda dengan bawang kating. Kasmari selaku distributor bawang mengatakan bawang cincau yang dijual kurang diminati warga dan pedagang pasar di semarang. Pihaknya mengaku tidak melakukan survey terlebih dahulu sebelum melakukan operasi pasar karena penugasan dari Kementrian Perdagangan yang bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Semarang.Jurnalis Viudeo: Budi PurwantoEditor/Narator: Ridian Eka Saputra