TEMPO.CO, Jakarta: Berdasarkan data SAFENET, sejak 27 Januari 2017 hingga 31 Mei 2017 terdapat 59 orang korban persekusi, khususnya mereka yang dicap sebagai penista agama atau ulama.Bagaimana caranya agar kamu tidak menjadi korban?1.Perbaharui pengaturan privasi di media sosial. Pastikan kamu tahu bagaimana cara mengatur privasi di media sosial dan batasi informasi tentang dirimu hanya bagi orang yang kamu percaya. 2.Batasi akses ke informasi pribadi.Jangan tampilkan alamat email dan nomor telpon di situs media sosial dan jangan berikan nomor kontak pribadi ke orang yang tak kamu kenal. 3.Pelajari etiket di Internet. Jangan menulis dengan huruf besar semua. Sebagian orang anggap itu berteriak. Hindari sarkasme karena bisa menimbulkan salah pengertian.Jangan bagikan atau mempublikasikan gambar atau teks yang bersifat jahat, rumor, kebohongan dan konten yang mempermalukan atau menyerang orang.4.Jangan kirim foto dan video yang tidak pantas Orang yang dulu teman mungkin suatu saat akan menjadi musuh. Mereka bisa jadi akan menyebarkan foto sebenarnya tak ingin kamu tunjukkan ke sembarang orang. 5.Cari tahu tentang dirimu di mesin pencari. Informasi yang kamu sangka bersifat pribadi bisa jadi terindeks mesin pencari dan tersebar ke publik. 6.Jangan terima ajakan berteman dari orang asing. Jika kamu tak kenal orang yang ingin berteman denganmu di media sosial, diamkan saja. Sebagian besar situs media sosial juga memberi pilihan untuk memblok orang. 7.Manfaatkan fitur media sosial untuk melindungi diri Jangan biarkan orang bisa mencari atau mengirim pesan padamu di media sosial. 8.Lindungi informasi pribadi. Jika menggunakan computer umum, pastikan kamu log-off setiap kali meninggalkan komputer, walaupun cuma pergi semenit. Jangan berikan password telpon genggam kamu dan sering-seringlah menggantinya.9.Blokir dan laporkan konten dari perisak di internet. Tindakan ini mengirimkan sinyal kuat bahwa kamu tidak akan mendukung perilaku mereka, walaupun niatnya hanya untuk bercanda.10.Laporkan tindakan persekusi Lapor ke polisi atau hubungi Koalisi Anti Persekusi melalui telepon dan SMS ke 081286938292, atau email keantipersekusi@gmail.com.Berbagai sumberProduser: Sadika HamidEditor: Andy