TEMPO.CO, Makassar: Makassar: Puluhan mahasiswa dan masyarakat menutup akses Jalan Tol Reformasi Makassar. Aksi ini merupakan buntut desakan kepada kementerian PUPR oleh pemilik ahli waris lahan yang sisa ganti rugi lahannya belum di bayarkan sebesar 9 miliar rupiah terhitung sejak tahun 2001 silam. Mahasiswa bersama warga menutup penuh akses jalan tol menggunakan tumpukan batu.Aksi Puluhan mahasiswa bersama warga terpaksa dibubarkan secara paksa oleh polisi karena dinilai tidak mempunyai izin dan mengganggu arus lalu lintas. Sejumlah demonstran pun di amankan polisi, lantaran kedapatan membawa senjata tajam berupa badik saat memblokir Jalan Tol Reformasi.Aksi tersebut bukanlah aksi yang pertama kali di lakukan oleh mahasiswa maupun masyarakat yang mengaku ahli waris Intje Koemala yang menuntut ganti rugi pembebasan lahan.Akses jalur tol kembali normal, setelah 4 jam diblokir oleh puluhan mahasiswa dan warga sejak subuh dini hari tadi. Jurnalis Video : Iqbal LubisEditor/Narator: Ridian Eka Saputa