Hidup sebagai prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) memang penuh resiko. Namun hal itu tidak sebanding dengan kesejahteraan yang didapatkan. Serma Saryo, seorang prajurit TNI berpangkat sersan mayor memilih nyambi sebagai pembuat dan penjual telur asin, untuk menambah penghasilan.

 

Inilah kegiatan sehari-hari Saryo, prajurit TNI yang bertugas di Koramil Wanasari Brebes. Di rumahnya di Desa Karanglo, Kecamatan Jatibarang, setiap siang menjelang sore, selepas bertugas dia sibuk memproduksi telur asin di belakang rumahnya.

 

Semua itu dia lakukan demi mendapatkan penghasilan tambahan. Sebab, mengandalkan pendapatan sebagai seorang prajurit, masih kurang.  Saryo enggan menyebutkan berapa gaji nya sebagai Prajurit TNI. Namun yang jelas, penghasilan dari menjual telur asin lebih besar dari gaji TNI.

 

Menjadi prajurit TNI sekaligus perajin telur asin sebenarnya memang menjadi keinginan dia sejak lama. Saat masih bertugas di Cianjur dan Sukabumi pada dekade 1990-an, dia bercita-cita, ketika pulang kampung akan nyambi sebagai pengusaha telur asin.

 

Ribuan telur asin mampu dia buat dalam sehari. Dia dibantu Sang Istri, Sri Hartati. Mereka berbagi tugas, Saryo yang meracik adonan dan melakukan pengasinan. Sedangkan Tati bagian pengepakan dan pemasaran.

 

? Jurnalis video: Muhammad Irsyam Faiz

Editor/Narator: Ryan Maulana