TEMPO.CO, Jakarta - Sedikitnya delapan orang tewas dan 11 lainnya terluka setelah seorang pengemudi truk menabrakkan kendaraannya ke para pengendara sepeda dan pejalan kaki di New York City, Amerika Serikat, sebelum dia ditembak mati oleh polisi.

Wali Kota New York City, Bill de Blasio, mengatakan insiden pada Selasa petang itu adalah tindakan teror yang dilakukan oleh pengecut terhadap orang-orang tak berdosa.

Polisi mengatakan, seorang pria berusia 29 tahun menyewa truk pick-up memasuki jalur sepeda yang padat di West Side of Lower Manhattan pada pukul 15.05 petang waktu setempat. Aksi teror ini menewaskan sekitar 8 orang dan puluhan lainnya luka-luka. Selanjutnya truk tersebut menabrak sebuah bus sehingga melukai setidaknya dua anak dan dua orang dewasa.

Setelah terjadi tabrakan dengan bus, sopir truk keluar dari kendaraannya dan mengacungkan dua pistol imitasi. Aksi teror tersebut dilakukan oleh seorang pria yang mengendarai mobil pikap dan menabrakan ke sejumlah pejalan kaki dan pengendara di jalanan.

Menurut identifikasi polisi New York, Amerika Serikat, pelaku tabrakan bernama Sayfullo Habibullaevic Saipovm dari Granada Boulverad. Sayfullo diduga terkait dengan ISIS. Tersangka teror truk di New York, Amerika Serikat, diduga dilakukan oleh anggota ISIS.

Seorang saksi mata, John Williams, menceritakan dirinya mendengar tembakan dan ia menuju ke tempat tersebut untuk mengetahui apa yang terjadi. "Ada sebuah kelompok - mungkin saja dua wanita dan anak-anak - yang berlari ke arahku, berteriak bahwa kau tahu 'dia memiliki pistol, dia punya pistol,' jadi aku berbalik, tapi kemudian ketika aku mendengar suara tembakan yang menarik perhatianku aku berbalik untuk melihat apa yang terjadi," katanya kepada AFP.

Video: AFPTV/St Charles County Police Dept
Naskah Narasi: Choirul Aminuddin, sumber: Al Jazera, WASHINGTON EXAMINER / AL JAZEERA | WTSP
Editor: Ngarto Februana