TEMPO.CO, Brebes: Penerapan sistem pembayaran dengan E-Money atau uang elektronik di Tol Pejagan-Pemalang masih terkendala mekanisme topup atau pengisian ulang. Pengguna uang elektronik yang tidak terintegrasi dengan ATM terhambat keluar gerbang Tol Brebes timur lantaran infrastruktur yang belum siap.

 

Kepala Seksi Pengumpulan Tol Kanci-Pejagan-Pemalang, Ian Dwinanto mengungkapkan pengguna jalan tol yang kekurangan atau kehabisan saldo saat keluar gerbang Brebes Timur tidak bisa keluar. Mereka harus melakukan isi ulang. Menurut Ian, kendala itu lantaran pengelola tol saat ini belum memiliki mesin EDC untuk isi ulang tunai.

 

Dia mengungkapkan, pengguna jalan yang terkendala isi ulang saldo jumlahnya hanya lima persen dari total pengendara yang keluar tol Pejagan dan Brebes Timur. Menurutnya, rata-rata mereka merupakan pengendara yang masuk dari pintu Tol Palimanan, Jawa Barat.

 

Menurut Ian sejak penerapan e-money ini tidak mempengaruhi jumlah kendaraan yang masuk dan keluar tol Kanci-Pejagan-Brebes. Pada akhir pekan yang biasanya mencapai 11 ribu kendaraan per hari, sampai saat ini jumlahnya masih sama.

 

Salah satu pengemudi truk asal Jepara, Tamrin, 50 tahun, mengaku kesulitan mengisi ulang e-toll. Dia berharap ketika pemerintah memberlakukan transaksi menggunakan uang elektronik di jalan tol, seharusnya diiringi dengan sistem yang memudahkan.

 

Jurnalis Video: Muhammad Irsyam Faiz

Editor/Narator: Ridian Eka Saputra