TEMPO.CO, Jakarta - Ibadah minggu di Gereja First Baptist di Sutherland Spring, Texas, Amerika Serikat berubah jadi ratapan tangis dan genangan darah, Minggu pagi, 5 November 2017. Seorang pria dengan senjatanya memuntahkan peluru tajam hingga menewaskan sedikitnya 26 orang dan melukai sejumlah orang.

Pria itu mendadak menembaki gereja dari arah luar dan kemudian memasuki bagian dalam gereja dan menembaki umat yang sedang beribadah.

Menurut Direktur di Keselamatan Publik Texas, Freeman Martin, 23 korban ditemukan tewas di dalam gereja, dua ditemukan tewas di luar gereja, dan satu tewas di rumah sakit.

Usai menembaki para jemaat yang sedang beribadah, pelaku melarikan diri dengan mobilnya.

Pelaku ternyata ditemukan sudah tewas di dalam mobilnya dengan luka tembakan. Pria yang diduga sebagai pelaku penembakan diketahui bernama Devin Patrick Kelley, berusia 26 tahun. Polisi belum dapat memastikan pelaku tewas bunuh diri atau tewas ditembak oleh penduduk setempat. Polisi juga masih mencari tahu motif pembunuhan massal itu.

Temuan sementara, Kelley ditemukan mengenakan sabuk balistik, sejumlah jenis senjata ditemukan di dalam mobilnya. Tim penjinak bom mencari tahu kemungkinan ada bom di mobilnya.

Video: CBS/Facebook of Jordan Steubing/AFP
Editor: Ngarto Februana