Senin, 24 September 2018

Organisasi nirlaba asal Belanda, The Dolphin Swim Club telah menemukan cara untuk membawa orang, terutama penyandang disabilitas, lebih dekat untuk bisa melihat lumba-lumba yakni melalui teknologi virtual reality (VR).

 

Proyek pertama mereka menggunakan headset VR biasa yang memainkan film lumba-lumba diluncurkan pada akhir 2015. Tetapi bulan lalu mereka melangkah lebih jauh, dengan membuat kacamata VR tahan air, yang memungkinkan orang berenang di sekitar kolam renang dan menyaksikan lumba-lumba hidung botol dan lumba-lumba spinner bermain di sekitar mereka secara virtual.

 

Bagi Sjollema pendiri The Dolphin Swim Club, kacamata VR menawarkan keuntungan yang sangat besar. Mereka tidak hanya bisa membawa lumba-lumba ke orang-orang berkebutuhan khusus, yang tidak akan dapat melakukan perjalanan untuk melihat mereka, tapi mereka juga menghindari menggunakan lumba-lumba yang dikurung.

 

Meskipun terapi lumba-lumba dengan VR di kolam ini masih tahap uji coba, namun dianggap yang pertama di dunia. Kacamata VR yang aman digunakan di kolam renang ini dikembangkan berkat hibah sebesar 50.000 euro ($ 59.000) dari pemerintah Belanda, terdiri dari smartphone Samsung tahan air yang dipasang pada rig cetak 3D khusus yang terbuat dari plastik daur ulang.

 

Video: AFP

Editor/Narator: Ryan Maulana