Senin, 20 Agustus 2018

TEMPO.CO, Jakarta - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kemarin (17/12/2017) menggelar Pameran Ekonomi Gotong Royong di Indonesia Convention Exhibition (ICE) Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, Banten. Sekitar 305 pelaku usaha dan 185 stan produk meramaikan gelaran yang diadakan untuk pertama kalinya ini.

Salah pelaku usaha yang hadir yaitu PT Sedana Panen Sejahtera mengusung merk Sorghum Foods dan menjual berbagai hasil olahan dari sorgum. Produk olahan yang dihasilkan mulai dari gula sorgum, beras merah sorgum, nektar sorgum, hingga kecap manis sorghum.

Menurut Staf Sorghum Foods, Alif Baihaki, Keunggulan sejumlah produk seperti kecap manis dan nektar (madu vegan) bukan hasil modifikasi genetik atau Genetically Modified Organisms (GMO), Sorgum atau yang juga disebut jagung cantel, merupakan sejenis tanaman dalam keluarga serelia atau biji-bijian. Sorgum juga termasuk lima jenis biji-bijian yang penting selain padi, jagung, gandum, dan barley.

Produksi sorgum sendiri sempat dilakukan secara masif oleh Dahlan Iskan, Menteri Badan Usaha Milik Negera (BUMN) era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Produksi sorgum didorong ditengah naiknya harga kedelai impor saat itu.

Sorgum dinilai bisa menggantikan keterbatasan pasokan kedelai, padi, maupun jagung karena memiliki masa panen mencapai tiga kali dalam satu tahun. Jenis olahan produk dari tanaman ini juga sering dipilih bagi kelompok yang menghindari makanan dari hasil GMO, seperti kedelai dan jagung.

Alif mengakui popularitas sorghum di Indonesia masih kalah jauh dengan kedelai maupun jagung. Oleh karena itu, Shorgum Foods masih melakukan promosi terbatas untuk memasarkan produk.

 

 

 

 

Jurnalis Video: Fajar Pebrianto
Editor/Narator: Ridian Eka Saputra