TEMPO.CO, Pekanbaru - Momen tahun baru 2018 menjadi berkah tersendiri bagi warga Jalan Ros, Kelurahan Rejosari, Kecamatan Kulim, Pekanbaru. Warga di daerah ini kebanjiran orderan terompet yang biasa digunakan masyarakat menjelang pergantian tahun. Tak tanggung-tanggung, setiap kepala keluarga mampu memproduksi terompet sebanyak 8 ribu hingga 10 ribu buah dengan berbagai macam motifnya. Berbagai model terompet memenuhi setiap sudut ruangan rumah.

Motif terompet yang diproduksi tahun ini cenderung mengikuti model kekinian yang sangat digandrungi kalangan muda. Setiap terompet dihiasai tokoh kartun yang tengah naik daun. Sedangkan terompet jenis naga masih banyak digemari masyarakat.

Setiap hari ada saja konsumen yang datang membeli terompet. Kebanyakan pelanggannya merupakan pedagang pengecer. Untuk harga grosir dibanderol dengan harga Rp 3 ribu hingga Rp 6 ribu. Sedangkan untuk eceran dihargai Rp 10 ribu perbuah.

Usaha pembuatan terompet di kampung ini merupakan warisan keluarga sejak tahun 1990-an. Hampir setiap tahun warga memproduksi terompet untuk momen tahun baru. Dengan berjualan terompet ini, warga mampu memperoleh penghasilan Rp 7 juta hingga Rp 8 juta. Terompet buah karya warga kampung ini dipasarkan ke berbagai wilayah di Sumatera seperti Medan, Bukittinggi dan Padang.

 

Jurnalis video: Riyan Nofitra
Editor: Zulfikar Epriyadi