TEMPO.CO, Jakarta-Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau kendaraan pengangkut barang yang melewati ruas tol Jakarta-Cikampek pada hari minggu 20 Januari 2018. Peninjauan ini dilakukan di kilometer 18 ruas tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek.

Budi mengatakan peninjauan itu dilakukan lantaran kondisi tol Jakarta-Cikampek yang kerapkali mengalami kemacetan. Menurut Budi, kemacetan terjadi lantaran banyaknya kendaraan barang yang melebihi muatan. Akibatnya, rata-rata waktu tempuh perjalanan Jakarta-Bandung dapat mencapai 5 hingga 6 jam.

Di titik tersebut, petugas gabungan yang terdiri dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Dinas Perhubungan Jawa Barat, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Direktorat Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dan Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia telah menunggu sembari mengoperasikan alat timbang portabel.

Menurut pantauan Tempo, alat timbang portabel berfungsi menghitung berat muatan kendaraan barang yang melintas. Setelah berat muatan diukur, petugas akan mencocokkan ketentuan-ketentuan yang ada di dalam buku uji berkala kendaraan bermotor. Jika berat muatan yang dibawa melebihi kapasitas atau jumlah berat yang diizinkan (JBI), petugas akan melakukan tilang kepada pengendara.

Dalam rentang sekitar 1,5 jam, ada sekitar 5 truk yang diberhentikan untuk ditimbang. Kelima truk tersebut melebihi beban, bahkan hingga 100 persen.

Direktur Pembinaan Keselamatan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Ahmad Yani mengatakan pengukuran dengan alat timbang portabel ini akan diberlakukan serentak mulai Senin-Rabu, 22-24 Januari 2018 di tiga titik, yakni di ruas tol Jakarta-Cikampek, ruas tol Jakarta-Bogor-Ciawi, dan kilometer 68 ruas tol Jakarta-Merak (Tangerang).

 

Jurnalis Video: Budiarti Utami Putri
Editor/Narator: Ridian Eka Saputra