TEMPO.CO, Jakarta - Inilah suasana kantor PT Go-Jek Indonesia yang baru di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Di kantor ini, karyawan tidak mengenal istilahnya jam kerja. Pasalnya budaya kerja di Go-Jek, karyawan dibebaskan dalam hal waktu bekerja dan diperbolehkan bekerja di mana saja bahkan tak mesti datang ke kantor.

Pendiri Go-Jek, Nadiem Makarim mencoba menggoda karyawan agar betah di kantor dengan menyediakan beragam fasilitas mewah , beberapa di antaranya GO-kantin-Gocafe, GO-Play, Go-Gym, Go-Learn, sleeping room, kamar mandi, dan ruang teater.

Beberapa dinding terlihat seolah tak dicat dan dibiarkan menonjolkan pulasan semen yang tak rata, bahkan ada beberapa sisi yang mengekspos bata merah. Langit-langit yang dibuat terbuka seakan menegaskan konsep desain kantor ini industrialis. Warna-warni sofa yang terbuat dari ban mobil dan lantai yang berwarna zebra cross dan jalan raya, terletak di beberapa sudut seakan menghidupkan ruangan dengan dominasi abu-abu, putih, dan hijau ini.

Industri kreatif, lingkungannya harus mendukung proses kreativitas. Terletak di lantai 6 dan 7 pusat perbelanjaan Pasaraya Grande, begitu pintu lift terbuka, siap-siap saja dibuat tercengang melihatnya. Kalau biasa melihat mural di jalanan, di kantor ini kita langsung disambut dengan mural warna-warni serta tentu logo ojek online tersebut berdiri tepat di depan lift.

Jurnalis Video: Fakhri Hermansyah
Editor: Farah Chaerunniza