Kamis, 24 Mei 2018

TEMPO.CO, Pyongyang - Korea Utara memperingati ulang tahun angkatan bersenjatanya dengan sebuah parade militer yang besar di Pyongyang pada Kamis, 8 Februari, yang disiarkan oleh stasiun televisi KRT.

Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, mengenakan topi hitam dan mantel yang serasi, memberi hormat saat istrinya berjalan di sampingnya, rekaman televisi menunjukkan. Kim Kim Jong Jong, yang akan berkunjung ke Korea Selatan pada hari Jumat (9 Februari) juga hadir, bersama dengan pembantu dekat Kim, Choe Ryong Hae, dan Kim Yong Nam.

Selama pidato tersebut, Kim Jong Un mengatakan kesiapan negaranya menghadapi serangan imperialis. Korea Utara harus mengembangkan latihan militer untuk perang modern sejak Amerika Serikat dan sekutunya membuat kebisingan di semenanjung Korea.

Kim mengatakan parade teknologi militer ini untuk menunjukkan kepada dunia bahwa negaranya memiliki kemampuan militer kelas dunia.

Seusai pidato Kim, parade produk senjata buatan Korea Utara dimulai. Baris demi baris tentara berjalan rapi di depan panggung yang ditempati Kim dan para pejabat pemerintahan. Sementara itu, ribuan warga Korea Utara memenuhi lapangan Kim Il Sung.

Parade ini juga menunjukkan rudal balistik antarbenua, yang dibawa truk peluncurnya seperti Hwasong 14 dan 15. Rudal Korea Utara seperti ini bisa membawa hulu ledak nuklir dan menghancurkan kota.

Media pemerintah Korea Utara juga memamerkan senjata yang tampaknya adalah rudal balistik antar-benua pada peluncur saat ribuan warga Korea Utara memenuhi lapangan Kim Il Sung.

Analis mengatakan parade itu tampaknya lebih kecil dari parade tahun-tahun sebelumnya, meskipun masih terfokus pada tujuan Korea Utara untuk memperkuat kemampuan rudal nuklirnya.

Sumber Video: KRT/Reuters
Narator: Ngarto Februana