TEMPO.CO, Bandung - Sekitar 280 orang murid SDN Andir 1 terpaksa bersekolah di aula gedung Kwarcab Pramuka Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Walau berdesakan dengan kondsi belajar seadanya dan sangat berisik.

Gedung sekolah SDN Andir sendiri masih tenggelam oleh luapan Sungai Citarum dengan ketinggian muka air lebih dari 1,5 meter. Sebagian murid yang masuk di sekolah darurat ini tinggal di posko pengungsian yang lokasinya berdekatan dengan gedung kwarcab.

Hampir sepekan mereka bersekolah dengan fasilitas minim setelah banjir menggenangi gedung sekolah mereka dan perkampungan di wilayah baleendah. Anak-anak tetap bersemangat mengikuti pelajaran walau harus menulis di lantai dan bergantian saat menggunakan buku paket pelajaran. Sebagian buku-buku paket pelajaran rusak oleh banjir pertama yang datang pada malam hari sepekan lalu.

 

 

Jurnalis Video: Prima Mulia
Editor/Narator: Ridian Eka Saputra