TEMPO.CO, Yogyakarta - Pemasangan 1500 Bambu runcing dengan bendera merah putih yang mengelilingi Kompleks Monumen Jogja Kembali, Sleman, Yogyakarta berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia, MURI, Kamis siang.

Pemecahan rekor tersebut bertepatan dengan digelarnya upacara peringatan peristiwa bersejarah yakni Serangan Oemoem 1 Maret 1949 yang terjadi saat Yogyakarta menjadi ibu kota Republik Indonesia.

Pemasangan ribuan bambu runcing tersebut juga disertai pengibaran bendera merah putih raksasa dengan ukuran 16x26 meter di puncak kubah Monumen Jogja Kembali yang dilakukan oleh tim panjat tebing Mapala Universitas Pembangunan Nasional Yogyakarta.

Selain itu,tampak pula tim arung jeram dan kayak yang turut pula menjaga bendera di kolam baik sisi timur maupun barat.

Prosesi pemecahan rekor MURI ditandai dengan penancapan bambu runcing terakhir yang dilakukan oleh Bupati Sleman Sri Purnomo sesuai menjadi pembina upacara dalam peringatan Serangan Oemoem 1 Maret 1949.

Ketua panitia Nanang Dwinarto, mengatakan bambu runcing sendiri dipilih karena merupakan simbil perlawanan fisik, jiwa, ataupun raga dalam merebut kembali pemerintahan Indonesia dari kekuasaan Belanda setelah dilancarkannya agresi militer kedua.

Sementara tim pengibar bendera raksasa di puncak monjaloli sendiri terdiri dari 4 pemanjat, yakni 2 orang tim utama dan 2 orang tim cadangan.

Deputi Manajer Museum Rekor Indonesia (MURI) Ariani Siregar menyebutkan rekor yang diciptakan oleh Monjali tersebut tercatat di urutan ke-8349, dimana rekor pemasangan bambu runcing terbanyak sebelumnya terjadi pada 24 November 2012 lalu dengan pemasangan 258 bambu runcing di Semarang.

Diharapkan dengan pemecahan rekor tersebut, menjadi momentum khusunya bagi generasi muda untuk selalu mengingat perjuangan para pahlawan.

Jurnalis Video: Hand Wahyu
Editor: Ngarto Februana