TEMPO.CO, Bandung - Petugas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Bandung bersama aparat kelurahan Samoja melakukan perekaman eKTP secara jemput bola untuk merekam data warga berusia lanjut dan penyandang disabilitas. Walau berjalan lamban karena perangkat perekaman bergerak milik pemerintah Kota Bandung hanya satu untuk 151 kelurahan di 30 kecamatan, petugas dengan sabar terus melaksanakan pendataan.

Salah seorang lansia berusia 95 tahun bernama Roheti bahkan melaksanakan perekaman di dalam ambulans. Setelah itu petugas bergegas mendatangi lansia di rumah-rumah secara jemput bola. Petugas harus melakukan pendekatan berbeda saat merekam data seorang penyandang disabilitas bernama Adit berusia 23 tahun.

Pihak kelurahan baru menerima data 17 warganya yang akan direkam. Jumlah ini kemungkinan akan terus bertambah karena tak semua warga berkenan anggota keluarga mereka yang telah lanjut usia atau berkebutuhan khusus untuk direkam data kependudukannya.

Jurnalis Video: Prima Mulia
Editor: Zulfikar Epriyadi