Jumat, 14 Desember 2018

Motif politik elektoral di balik kebohongan Ratna Sarumpaet tampak terang-benderang. Kepada Prabowo Subianto, dia mengklaim dianiaya orang tidak dikenal. Kubu Prabowo menggelar konferensi pers, mengutuk keras penganiayaan terhadap Ratna. Nyatanya, bonyok di wajah seniman teater itu ternyata efek dari operasi plastik di sebuah klinik kecantikan di Jakarta.

Kebohongan Ratna menambah panjang daftar hoaks menjelang pemilihan presiden. Kepolisian mesti menangani kasus hoaks secara adil karena praktik kotor ini dilakukan baik oleh pendukung pasangan Prabowo-Sandiaga maupun Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Kasus Ratna Sarumpaet merupakan pelajaran berharga bagi kita semua untuk tidak mudah percaya kepada kabar yang belum terverifikasi.

Tim Produksi: Nana Riskhi (Produser), Subekti dkk. (Fotografer)

Sumber: Opini Majalah Tempo Edisi 8-14 Oktober 2018