Panitia Muktamar XVII Pemuda Muhammadiyah 2018 menyatakan Pasukan Pengamanan Presiden tak pernah melarang Dahnil Anzar Simanjuntak datang ke acara tersebut.
Sebelumnya beredar video yang memperlihatkan ricuh di acara muktamar, dan Dahnil berada di antara keributan. Panitia menyatakan ricuh di Muktamar itu berawal dari persoalan larangan membawa telepon genggam dalam ruangan.

Setiap peserta muktamar harus menyerahkan telepon genggamnya di pintu pendeteksi logam yang dijaga Paspampres. Dalam acara itu Wakil Presiden Jusuf Kalla akan hadir.

Seorang peserta protes atas larangan itu saat Paspampres akan menyimpan teleponnya, lalu mengajak peserta lain keluar ruangan.

Kericuhan akhirnya dapat diselesaikan. Paspamres mengizinkan peserta membawa telepon seluler dengan syarat telepon seluler harus diatur tidak bersuara.

ANTARA FOTO (Hendra Nurdiyansyah, Indrianto Eko Suwarsono)
Footages: Istimewa
Sumber Narasi: M Rosseno Aji
Editor: Ngarto Februana