Terkait kecelakaan pesawat Boeing 737 Max Ethiopian Airlines yang jatuh pada 10 Maret lalu, Menteri Transportasi Ethiopia Dagmawit merilis laporan resmi, Kamis, 4 April 2019. Laporan tersebut dikeluarkan setelah adanya penyelidikan awal mengenai kecelakaan tersebut. Investigasi melibatkan beberapa lembaga, seperti Bureau of Enquiry and Analysis of France (BEA), yang menyelidiki kotak hitam; juga European Union Aviation Safety Agency, dan Biro Kecelakaan Pesawat Kementerian Transportasi.

Temuan awal investigasi, kata Menteri Transportasi Ethiopia Dagmawit, berdasarkan informasi awal yang dikumpulkan selama penyelidikan, terdapat fakta-fakta sebagai berikut.

Pertama, pesawat memiliki sertifikat kelaikan udara yang valid; 
Kedua: kru memperoleh lisensi dan kualifikasi untuk melakukan penerbangan; 
Ketiga: peran lepas landas tampak sangat normal; 
Keempat adalah kru melakukan semua prosedur berulang ulang yang disediakan oleh pabrikan tetapi tidak dapat mengendalikan pesawat.

Berdasarkan informasi awal yang dikumpulkan selama penyelidikan, kata Dagmawit, dua rekomendasi keselamatan telah diteruskan dalam laporan awal. Yang pertama adalah karena kondisi hidung-turun pesawat yang berulang-ulang diperhatikan dalam penyelidikan pendahuluan ini, direkomendasikan bahwa sistem kontrol penerbangan pesawat yang terkait dengan kemampuan kontrol penerbangan harus ditinjau oleh pabrikan.

Kedua adalah otoritas penerbangan harus memverifikasi bahwa sistem kontrol penerbangan pesawat terkait dengan kemampuan kontrol penerbangan telah ditangani secara memadai oleh pabrikan sebelum pesawat dirilis untuk dioperasionalkan.

Sumber Video: ETV via REUTERS
Editor: Ngarto Februana