Saksi mata pengeboman mematikan di ibu kota Sri Lanka, Kolombo, menceritakan tragedi pada Ahad Paskah.

"Kami mendengar ledakan keras dan semuanya runtuh. Kami berhasil melindungi anak-anak dan datang dari belakang. Tetapi ketika saya datang ke sini saya mengetahui bahwa menantu dan putra saya telah meninggal," kata seseorang.

Dua lainnya yang masih syok oleh ledakan dan mengatakan mereka merasa seperti "bangun besok pagi dan semuanya akan menjadi mimpi."

Setidaknya 207 orang tewas dan 450 lainnya luka-luka setelah delapan ledakan mengguncang hotel dan gereja di dan sekitar ibu kota Sri Lanka.

Menurut laporan, para korban termasuk setidaknya 35 orang asing, yaitu warga Inggris, Amerika serta warga negara dari Turki, Cina, Portugal dan Belanda ada di antara mereka.

Video: RUPTLY
Editor: Ngarto Februana