Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan menanggapi soal menyeruaknya sejumlah anggaran janggal dalam rancangan APBD DKI Jakarta 2020. Dia menilai munculnya sejumlah anggaran aneh itu lantaran sistem e-budgeting yang digunakan DKI Jakarta belum cerdas. Hal itu diungkapkan Anies saat ditemui di Balai Kota Jakarta Pusat, Rabu 30 Oktober 2019.

Foto: Instagram, Twitter, Tempo (Taufiq Siddiq), Antara
Editor: Ryan Maulana