Seorang kakek di Xinjiang Uygur, Cina barat laut, dihadapkan pada keputusan sulit karena ia harus menyerahkan cucunya yang teroris, yang telah membunuh seseorang atas nama "jihad". 

Sang cucu, Turghun, seorang anggota kelompok militan di Cina, mengingat kejadian mengerikan itu. Serangan terjadi pada 18 September 2015 silam, ketika teroris menyerang sebuah tambang batubara lokal di Kabupaten Baicheng, yang menewaskan 16 orang, termasuk tiga polisi dan melukai 18 lainnya.

"Mereka mengatakan kepada kami untuk melakukan 'jihad' dan 'jihad' akan membantu kita memasuki surga.... Kemudian saya membunuh seseorang yang berlari di depan saya," kata Turghun.

Kakek Turghun, Mollaturdi Niyaz, 74 tahun, mengatakan saat ini dia tidak punya pilihan lain selain menyerahkan cucunya.

China Global Television Network (CGTN) merekam momen itu dan menayangkan rekaman video itu pada Kamis. Beberapa video lain yang ditayangkan sebagai bagian dari film dokumenter "Memerangi Terorisme di Xinjiang" yakni Teroris Xinjiang Cina Melatih Anak-anak Melakukan Serangan; Cina Rilis Video yang Disebut Serangan Teroris di Tiananmen 2013.


Video/Narasi: China Global Television Network (CGTN)/CCTVPlus
Editor: Ngarto Februana