The Science of Fiction adalah karya terbaru sutradara Yosep Anggi Noen. Setelah memperoleh berbagai pujian dan penghargaan untuk film “Istirahatlah Kata-kata” pada tahun 2017, Anggi Noen kini mencoba berkisah tentang rekayasa sejarah. Film ini diawali dengan sosok Siman yang diperankan oleh aktor Gunawan Maryanto. Secara tak sengaja Siman menyaksikan sebuah adegan rekayasa rekaman film pendaratan manusia di bulan. Peristiwa ini menjadi titik awal cerita bagaimana tokoh Siman mengalami penyiksaan dan pemotongan lidah. Sejak itu pula, Siman menjadi semacam lambing tentang sebuah masa di Indonesia, yang kelam dan berdarah. Pembisuan dan penyiksaan yang dialaminya menyebabkan ia tak pernah bisa berkisah tentang apa yang dialaminya. Film yang ditayangkan di berbagai festival dan penghargaan di Festival Film Locarno dan Portugal ini akan ditayangkan di bioskop awal tahun depan. Berikut perbincangan Leila Chudori dengan kritikus film Cinema Poetica Adrian Jonathan.

Simak episode Layar Bersama Leila Chudori sebelumnya:

https://youtu.be/GoP0ldikuIw

 

Terima kasih kepada:

Bukanagara Coffee&Roastery (Lokasi)

CottonInk (Wardrobe)