TEMPO.CO, Bandung : Memperingati momentum hari anti tembakau sedunia pada 31 Mei 2014 lalu, sejumlah seniman menggelar aksi di depan Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat. Aspirasi mereka merupakan bentuk solidaritas terhadap petani dan buruh tembakau. Menurut mereka para petani tersebut kehilangan pekerjaan saat pabrik-pabrik rokok kretek ditutup.Ditemui dalam kegiatan itu, Roby Fuzi, Koordinasi Lapangan Gotong Royong Indonesia (GORI) mengungkapkan di Indonesia ruang khusus merokok masih kurang layak jika dibandingkan dengan negara-negara Eropa.Menurutnya, merokok adalah hak azasi manusia yang tidak berhak dilarang. Walaupun di Indonesia masih diperbolehkan, kondisi ruang khusus merokok yang tidak layak membuat tidak nyaman. Ia menambahkan di Bandung sendiri hanya 30-40 persen tempat khusus merokok yang layak.Ia berharap dengan aksi tersebut pemerintah dapat lebih memperhatikan para perokok. Karena menurutnya asap kendaraan bermotor dan pabrik lebih berbahaya daripada asap rokok.Videographer : DICKY ZULFIKAR NAWAZAKIEditor : DWI OKTAVIANE