Perubahan iklim, bukan aktivitas manusia, kemungkinan besar menjadi penyebab dari kepunahan megafauna di Australia 40.000 tahun lalu, demikian ungkap sebuah penelitian baru dalam makalah yang diterbitkan secara daring di jurnal Nature Communications.

Kepunahan megafauna sebelumnya diduga disebabkan oleh aktivitas perburuan yang berlebihan dan terjadi tak lama setelah manusia tiba di daratan Australia. Namun, penelitian yang dipimpin oleh Museum Queensland di Australia ini menemukan setidaknya 13 spesies binatang purba, termasuk singa berkantung dan kanguru prasejarah raksasa, punah akibat susutnya sumber air, kekeringan yang memburuk, kebakaran yang meluas, dan perubahan vegetasi.

Selama lebih dari satu dekade, para peneliti menganalisis sisa-sisa dan fosil di situs South Water Creek di Queensland, tempat megafauna hidup 40.000 tahun lalu.

Peneliti Scott Hochner mengatakan bahwa antara 60.000 hingga 40.000 tahun yang lalu, situs South Water Creek menjadi rumah bagi setidaknya 16 spesies megafauna, termasuk beberapa yang masih belum resmi terdokumentasi.

Hochner mengatakan bahwa penelitian tersebut sangat penting untuk menganalisis dampak lingkungan dan perubahan iklim yang terjadi sekarang terhadap megafauna yang masih hidup saat ini.

Video: Xinhua
Editor: Ngarto Februana