Setelah menjalani perawatan secara khusus, seorang pasien COVID-19 Korea Selatan pulih dari operasi transplantasi paru ganda, kata dokter, dalam prosedur operasi kesembilan di seluruh dunia sejak wabah virus corona mulai merebak.

Wanita berusia 50 tahun itu didiagnosis mengidap COVID-19 dan dirawat di rumah sakit pada akhir Februari dan kemudian ia menghabiskan 16 minggu pada dukungan oksigenasi membran ekstrakorporeal (ECMO), yang melibatkan sirkulasi darah pasien melalui mesin yang menambahkan oksigen ke sel darah merah.

Dokternya mengklaim ini adalah periode waktu terlama yang dihabiskan oleh pasien COVID-19 di dunia untuk dukungan ECMO.

Berbagai obat seperti anti-malaria hydroxychloroquine, pengobatan HIV Kaletra dan steroid gagal menghentikan fibrosis paru-nya - jaringan parut di paru-paru - memburuk, kata Dr. Park Sung-hoon, profesor pengobatan paru-paru dan perawatan kritis di RS Hallym University Sacred Heart.

Para dokter yang melakukan operasi delapan jam menggambarkan paru-parunya yang hancur itu sekeras batu.

ECMO biasanya digunakan pada pasien yang membutuhkan lebih banyak bantuan daripada yang dapat diberikan oleh ventilator, dan yang dianggap memiliki kemungkinan 90 persen meninggal. 

Operasi itu adalah yang kesembilan setelah enam operasi serupa di Cina, dan masing-masing di Amerika Serikat dan Australia, kata pihak rumah sakit.

Video: Reuters, Hallym University Sacred Heart Hospital ECMO Center
(Produksi: Daewoung Kim, Dogyun Kim, Minwoo Park, Heejung Jung)
Editor: Ngarto Februana