Kementerian Pertahanan berencana memborong 15 jet tempur bekas jenis Eurofighter Typhoon milik Angkatan Udara Austria. Rencana Menteri Pertahanan Prabowo Subianto tersebut mendapat sejumlah kritikan dari sejumlah pihak.

Eurofighter Typhoon diklaim memiliki ketersediaan senjata yang memadai karena mampu mengangkut sampai enam bom, membawa enam rudal, meriam, dan pod penargetan. Pesawat tempur Tranche 1 juga memiliki tingkat fleksibilitas dan efisiensi yang baik.

Pesawat itu dibangun dengan material komposit canggih untuk menghasilkan profil radar rendah dan badan pesawat yang kuat.

Menurut Antonius KK, seperti dilansir airspace.review.com, membeli 15 jet tempur Eurofighter Typhoon eks Austria ada plus-minusnya. Faktor minus utama justru adalah karena ketiadaan varian tandem (dual seater) dari Typhoon bekas pakai Austria ini. 

Minus berikutnya yang cukup sering terlewatkan adalah fakta bahwa perlengkapan avionik pada Typhoon Austria tidak selengkap Typhoon negara pembeli lainnya selain Jerman.

Video: Youtube/Airbus Defence and Space, Al-Biruni ID
Sumber Narasi: Tempo.co, airspace.review.com
Editor: Ngarto Februana