Semenjak Covid-19 ditetapkan sebagai pandemi global oleh WHO dan pemerintah menetapkan status darurat nasional, model belajar dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi mulai bergeser. Pembatasan sosial mendorong pihak sekolah dan pelajar secepat mungkin beradaptasi dengan sistem belajar jarak jauh. Masalahnya, tidak semua sekolah siap menyelenggarakan e-learning atau sekolah jarak jauh ini.

Selain kesiapan tenaga pengajar, kurikulum dan fasilitas telekomunikasi, sekolah dan universitas membutuhkan dukungan program dan aplikasi e-learning yang baik. Bagaimana sekolah-sekolah beradaptasi terhadap tuntutan model belajar baru ini? Apakah siap? Dan apa yang dapat dilakukan oleh pemerintah dan berbagai pihak lain untuk model belajar e-learning?

Tim Tempo.co