Sebuah studi baru oleh para peneliti Amerika, yang dirilis Kamis menunjukkan bahwa virus corona yang mematikan diperkirakan telah mencapai Los Angeles, Amerika Serikat, pada akhir Desember, secara aktif beredar di daerah tersebut beberapa bulan sebelum kasus definitif pertama di Amerika Serikat diidentifikasi, menurut Los Angeles Times.

The Los Angeles Times mengatakan para peneliti di University of California, Los Angeles (UCLA) dan University of Washington, mengevaluasi lebih dari 9,5 juta pasien dan catatan kesehatan untuk rawat jalan UCLA Health, unit gawat darurat dan fasilitas rumah sakit, mulai 1 Desember 2019 hingga 29 Februari 2020, dan membandingkan catatan tersebut dengan data dari periode yang sama selama lima tahun sebelumnya.

Mereka menemukan bahwa pasien rawat jalan yang mengunjungi UCLA untuk mencari perawatan batuk adalah 2.938, meningkat lebih dari 50 persen dan melebihi jumlah rata-rata kunjungan untuk keluhan yang sama selama lima tahun sebelumnya sebesar 1.047.

Kenaikan "signifikan" dimulai dari 22 Desember 2019 hingga akhir Februari tahun ini.

Pusat Pengendalian Penyakit AS melaporkan kasus COVID-19 pertama yang dikonfirmasi di negara itu pada pertengahan Januari, dalam kasus ini, para peneliti memperkirakan bahwa virus corona baru mungkin telah ditularkan di Los Angeles lebih awal dari waktu ini.

Namun, staf medis UCLA saat itu tidak menyadari fakta tersebut dan merawat puluhan pasien yang terinfeksi virus tersebut.

Video: China Central Television
Editor: Ngarto Februana