TEMPO.CO, Purbalingga : Pemerintah Kabupaten Purbalingga mewajibkan pegawainya menggunakan batu akik dari Sungai Klawing Purbalingga. Hal ini bisa dilihat di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Purbalingga. Baik pegawai laki-laki maupun perempuan, mereka menggunakan perhiasan batu akik saat bekerja. Kepala Dinas Kependudukan Purbalingga, Nur Hamam mengatakan, meski menggunakan batu akik, pelayanan terhadap masyarakat tidak terganggu. Mereka juga ingin memperkenalkan batu akik khas Purbalingga yang sering disebut dengan Batu Darah Kristus atau Nogo Sui. Batuan tersebut berasal dari Sungai Klawing Purbalingga. Penambang mengatakan, perburuan batu akik Klawing semakin banyak sehingga saat ini semakin sulit ditemukan. Selain melakukan penambangan, masyarakat Purbalingga juga sudah bisa mengolah batuan hingga menjadi perhiasan seperti cincin dan liontin. Harga perhiasan tersebut mulai dari Rp 100 ribu hingga ratusan jutaan rupiah, tergantung dari motif batuan. Videografer : ARIS ANDRIANTOEditor : RYAN MAULANAMusik ilustrasi : "Travelling Theme full mix", JewelBeat