Kiki, Penyemir Sepatu yang Menolak Jadi Pengemis

Videografer

Editor

Rabu, 8 Juli 2015 17:14 WIB


TEMPO.CO, Makassar : Setiap hari dirinya keluar masuk ruangan di Balai Kota Makassar, satu per satu pegawai pun tak luput ia tawarkan jasanya. Ada yang menolak, tapi ada juga yang menerima tawaran jasa perempuan yang sehari-hari menjadi seorang penyemir sepatu tersebut.Perempuan yang akrab disapa Kiki itu hanya butuh waktu dua sampai tiga menit, menyulap sepatu yang penuh debu menjadi mengkilap oleh tangan lincah dengan hanya bermodalkan sikat, semir, dan kain. Meski hanya sempat menempuh pendidikan hingga kelas 3 sekolah dasar, dirinya lebih memilih menjadi penyemir sepatu daripada menjadi seorang pengemis.Salah seorang pegawai di Balai Kota Makassar yang menggunakan jasa Kiki, Maya Dalariani, mengaku sangat terbantu dengan adanya jasa semir sepatu ini. Karena di tengah kesibukannya, tidak ada waktu untuk membersihkan sepatu.Pekerjaan menyemir sepatu ini telah digeluti Kiki selama 9 tahun belakangan. Bahkan menurutnya di Kota Makassar hanya tersisa dirinya seorang yang kini berprofesi sebagai penyemir sepatu. Selain menawarkan jasanya di Balai Kota Makassar, Kiki juga masuk ke kantor polisi dan bank di kawasan jalan Ahmad Yani, Makassar untuk menawarkan jasanya. Warung kopi juga menjadi salah satu lokasi langganannya.Jurnalis Video : MUHAMMAD YUNUSEditor : RYAN MAULANANarator : DWI OKTAVIANEMusik ilustrasi : "Drops of hope full mix", JewelBeat