TEMPO.CO, Makassar: Ketua Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) Chazali H Situmorang mengatakan, kondisi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sedang kritis akibat banyaknya peserta BPJS Kesehatan yang menunggak premi antara 2 sampai 6 bulan. Dia mengatakan, untuk mengatasi masalah ini, DJSN sudah mendesak pemerintah segera mencairkan dana talangan sekitar Rp 3,5 triliun, agar bisa menutupi jumlah tunggakan. Karena belum ada dana talangan, BPJS terpaksa hanya memanfaatkan iuran yang masih masuk meski dana yang ada tetap masih kurang. Walau kewalahan, sampai saat ini belum ada laporan pelayanan peserta BPJS di rumah sakit terhambat. Setiap biaya yang dibutuhkan rumah sakit selalu dibayar. Menurut dia, jumlah peserta BPJS Kesehatan di seluruh Indonesia sebanyak 145 juta. Dengan jumlah rumah sakit yang sudah bekerjasama dengan BPJS sebanyak 1.700 rumah sakit dari total 2.500 rumah sakit di Indonesia. Peserta yang paling banyak menunggak berasal dari peserta mandiri. Atau peserta yang mendaftar secara perorangan. Jurnalis Video : MUHAMMAD YUNUSEditor/Narator : RYAN MAULANA